Bedah Laparoskopi

Posted by

Bedah menggunakan teknik laparoskopi, kerap disebut dengan bedah invasif minimal, bedah laparoskopi ini ditengarai merupakan terobosan didunia kedokteran terutama dalam bidang dokter bedah karena lebih cepat menyembuhkan penyakit dari pasien. Pasien tak perlu penanganan lama.

Dokter Bedah

Dokter ahli bedah, Eko Prayitno, mengungkapkan, bedah laparoskopi dilaksanakan melalui akses 3-4 lubang yang diameternya 2-5 milimeter yang terdapat di area dinding perut. Adapun bedah terbuka selain bedah laparoskopi setiap pasien harus disayat yang sayatannya bisa mencapai kira-kira 11-20 sentimeter. Didalam bedah laparoskopi, dokter bedah bekerja menggunakan bantuan peralatan bedah serta kamera yang dimasukkan kedalam rongga perut.

”Menggunakan teknik laparoskopi, pasien akan lebih cepat terecover. Sayatan cuma membuatkan luka kecil hingga bisa mengurangi rasa sakit, komplikasi lebih minim, risiko infeksi lebih sedikit, dan secara kosmetik lebih baik,” menurut Eko Priatno di sela-sela persiapan live surgery mengangkat batu empedu pasien yang termasuk bagian acara RUMIM. Acara tersebut diadakan Perhimpunan Bedah Endo-Laparoskopik di Rumah Sakit Pluit Gading Jakarta.

Bedah Laparoskopi

Dalam waktu yang sama, dokter ahli bedah lainnya, Marpaung Sukandar, mengungkapkan, masa perawatan pasien di rumah sakit lebih singkat. ”Sehabis pembedahan menggunakan laparoskopi, pasien umumnya hanya perlu perawatan di rumah sakit kira-kira tidak lebih dari 5 hari. Adapun bedah menggunakan sayatan terbuka, penanganan di rumah sakit memerlukan 7 hari,” ujarnya.

Dokter memberikan tambahan, hampir seluruh tindakan bedah dapat dikerjakan menggunakan teknik laparoskopi, mulai dari penanganan bedah kecil, semacam usus buntu, pembedahan batu empedu, operasi bedah tumor usus, operasi bedah tumor didalam kelenjar getah perut, serta pembedahan untuk pasien kegemukan.

Dalam mengerjakan operasi, pastinya perlu dilakukan sejumlah persiapan. Persiapan dalam mengerjakan operasi colon dengan dengan laparoskopi ini biasanya sama dengan bedah colon konvensional, yang mencakup persiapan usus, lab, torak foto serta pemeriksaan lain untuk pembedahan laparoskopi. Tapi, pada operasi laparoscopi colon, dibikin beberapa insisi kecil didalam dinding perut, lalu di masukkan gas CO2 ke rongga perut. Tempat tumor colon lalu dikeluarkan lewat insisi dinding perut 6-10 cm. Anastomose bisa dilakukan di dalam rongga perut dengan menggunakan endostapler. Bedah laparoskopi ini bisa dilakukan pada nyaris seluruh keganasan colon Simak Artikel: Bedah Digestif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.