PSS vs PSIM Digelar Tanpa Penonton, Kepolisian Bersikap Tegas Jika Masih Dilanggar

PSS vs PSIM Digelar Tanpa Penonton, Kepolisian Bersikap Tegas Jika Masih Dilanggar

Posted by

Pertandingan Matchday ke-21 Liga 2 2018 yang mempertarungkan antar tuan rumah PSS Sleman menghadapi, tetangga PSIM Yogyakarta, akan berjalan tanpa penggemar.

Laga bertajuk Derby DIY itu bakal diselenggarakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (10/10).

2 hari jelang pertandingan itu, setiap perwakilan ke-2 kesebelasan dari PSS serta PSIM mendatangi undangan di dalam rangka rekonsiliasi serta silaturahmi pendukung bertajuk “Seduluran Agawe Guyub Rukun” pada Polda DIY, Senin (8/10).

Di dalam rapat itu dikonfirmasi Polda DIY yang diwakili oleh Kepala Biro Operasi Kombes Polisi Iman PJ memberi izin menggelar laga tapi tanpa dihadiri penggemar serta ke-2 pendukung.

“Laga sepakbola masih bergulir tanpa didatangi penggemar ataupun pendukung ke-2 kesebelasan, ” tutur Iman, dikutip dari situs web PSS Sleman.

Selain itu, Iman pun mengatakan bakal tegas mengantisipasi penggemar yang nekat hadir menuju ke stadion.

“Pihak Polda DIY masih menyiapkan keamanan sebagaimana pada umumnya baik didalam serta luar stadion. ”

“Kami bersikap tegas jika ada yang melakukan pelanggaran keputusan melalui team saya, ” katanya.

Kontrak buat mengadakan pertandingan tanpa penggemar itu adalah komitmen yang sudah disetujui bareng.

Komitmen yang diibaratkan di dalam hal itu adalah supaya kejadian jatuhnya sasaran jiwa pada pertandingan pertama-tama ke-2 kubu, yang menghabisi nyawa Muhammad Iqbal (16) tidak kembali terulang.

Di pertandingan fase perdana di Stadion Sultan Agung, Bantul, (26/7) yang lalu, Iqbal, warga Sewon, Bantul, meregang nyawa sehabis jadi sasaran pengeroyokan beberapa oknum pendukung.

Di samping Iqbal, berdasarkan daftar Polda DIY pada pertandingan PSIM melawan PSS Sleman pada fase pertama yang lalu semaksimal 9 orang ikut jadi sasaran cedera di salah satu bagian tubuh berbeda karena aksi pengeroyokan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.